Program Rp100 Miliar per Kawasan Perdesaan, Pemkab Kukar Bidik Potensi Pertanian hingga Pariwisata
Arus-mahakam.id, Kutai Kartanegara - Program Rp100 Miliar per Kawasan Perdesaan Idaman Terbaik dirancang untuk mengoptimalkan potensi unggulan desa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai dari pertanian dan peternakan hingga pariwisata.
Melalui pendekatan pembangunan berbasis kawasan, pemerintah daerah ingin mendorong sejumlah desa mengembangkan potensi wilayah secara terpadu sesuai tema dan karakteristik masing-masing.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menerangkan satu kawasan perdesaan terdiri atas beberapa desa. Jumlahnya bervariasi, ada kawasan yang mencakup 10 desa dan ada pula yang terdiri atas 15 desa, dengan potensi yang dapat dikembangkan sesuai kondisi wilayah.
“Ya, satu kawasan itu terdiri atas beberapa desa. Ada kawasan yang mencakup 10 desa, ada juga yang terdiri atas 15 desa. Di dalam kawasan tersebut, ada potensi yang diarahkan untuk pertanian, peternakan, maupun pariwisata,” kata Arianto, Kamis (29/10/2026).
Gubernur Kaltim Targetkan Internet Masuk ke Seluruh Desa, 610 Desa Sudah Terkoneksi
Menurut Arianto, sejumlah kawasan telah berjalan dan memiliki potensi yang perlu dioptimalkan. Di wilayah Tenggarong Seberang, misalnya, terdapat kawasan dengan potensi wisata dan pertanian yang dapat dikembangkan sesuai arah perencanaan.
“Nah, nantinya kita akan mendukung pendanaannya untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di kawasan tersebut,” ujarnya.
Pengembangan tersebut direncanakan berlangsung secara terpadu dengan menentukan lokasi dan sektor unggulan setiap kawasan. Program ini masih dalam tahap perencanaan, sementara dukungan pembangunan saat ini masih memanfaatkan anggaran yang tersedia di masing-masing OPD.
Pemerintah daerah juga perlu menyesuaikan rencana pendanaan dengan kemampuan APBD sebelum target alokasi Rp100 miliar per kawasan dapat diwujudkan.
Dengan perencanaan tersebut, pengembangan potensi desa diharapkan lebih terarah dan melibatkan kerja sama antardesa serta OPD terkait.
“Misalnya, ada kawasan yang difokuskan pada potensi pariwisata, pertanian, dan peternakan. Semuanya akan dikembangkan secara terpadu, dengan menentukan lokasi pengembangan pariwisata, peternakan, dan sektor lainnya,” tegas Arianto. (Adv)
Bagaimana reaksi Anda?