DPRD Samarinda Dorong Penguatan Wisata Sungai dan Kalender Event Budaya

Ar 16 Mei 2026, 17:55 58 kali dibaca
DPRD Samarinda Dorong Penguatan Wisata Sungai dan Kalender Event Budaya
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan

SAMARINDA — DPRD Kota Samarinda mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya dan wisata sungai sebagai identitas khas Kota Tepian. Upaya itu dinilai penting untuk memperkuat daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

 

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menilai potensi wisata yang dimiliki Samarinda sejatinya cukup besar. Namun hingga kini, pengelolaannya masih belum maksimal, terutama dari sisi promosi dan integrasi agenda wisata budaya.


Menurutnya, Samarinda memiliki kekuatan utama pada Sungai Mahakam serta keberagaman budaya lokal yang dapat dijadikan ikon wisata daerah. Sayangnya, berbagai kegiatan budaya dan event wisata selama ini dinilai masih berjalan sporadis dan kurang terpublikasi secara luas.


“Kita punya sungai, budaya, dan banyak event menarik. Tetapi promosi masih belum terarah sehingga banyak kegiatan tidak diketahui masyarakat maupun wisatawan luar daerah,” ujarnya.

 

Viktor mendorong Pemerintah Kota Samarinda menyusun kalender event wisata dan budaya secara resmi serta dipublikasikan secara masif di berbagai titik strategis. Langkah tersebut dinilai penting agar wisatawan memiliki akses informasi yang jelas mengenai agenda pariwisata di Kota Tepian.

 

Ia menyebut publikasi kalender wisata dapat ditempatkan di hotel, pusat perbelanjaan, bandara, terminal, hingga ruang publik lainnya. Dengan pola promosi yang lebih sistematis, sektor wisata diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.


Selain promosi event budaya, DPRD juga menyoroti besarnya potensi wisata Sungai Mahakam yang dinilai belum tergarap optimal. Sungai terpanjang di Kalimantan Timur itu disebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan seperti konsep wisata sungai di sejumlah kota besar Asia Tenggara.

 

Pengembangan wisata sungai dinilai dapat dikolaborasikan dengan sektor kuliner, ekonomi kreatif, hingga atraksi budaya masyarakat lokal. Konsep tersebut diyakini mampu memperpanjang aktivitas wisatawan saat berkunjung ke Samarinda.


“Wisata sungai bisa menjadi identitas kuat Samarinda. Tinggal bagaimana pemerintah serius menata kawasan dan membangun konsep wisata yang terintegrasi,” katanya.

 

DPRD Samarinda juga menilai penguatan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Diperlukan strategi promosi yang konsisten, dukungan infrastruktur, serta keterlibatan pelaku UMKM dan komunitas budaya agar wisata daerah mampu berkembang secara berkelanjutan.

 

Dengan keberadaan Sungai Mahakam, Desa Budaya Pampang, hingga berbagai festival budaya tahunan, Samarinda dinilai memiliki modal besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur. Namun, tanpa pengelolaan dan promosi yang matang, potensi tersebut dikhawatirkan akan terus berjalan tanpa dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (Adv/FA)

Bagaimana reaksi Anda?

Tinggalkan Komentar