Pengurus Baru PDKT Kaltim Resmi Dilantik, DPRD Samarinda Dorong Penguatan Sinergi dengan Pemerintah
SAMARINDA — Kepengurusan baru Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Sabtu (16/5/2026). Momentum tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat peran organisasi adat dalam pembangunan daerah.
Dalam susunan kepengurusan baru, Yulianus Henock Sumual dipercaya sebagai Ketua Umum PDKT. Ia didampingi sejumlah figur muda yang dinilai memiliki kapasitas untuk membawa organisasi lebih adaptif menghadapi tantangan sosial dan budaya di Kalimantan Timur. Pelantikan itu turut mendapat perhatian dari kalangan legislatif. Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, menilai regenerasi dalam tubuh organisasi adat menjadi energi baru untuk memperkuat kontribusi masyarakat Dayak dalam pembangunan daerah.
Menurut Viktor, kehadiran generasi muda dalam struktur kepemimpinan PDKT menjadi sinyal positif bahwa organisasi adat tidak hanya menjaga nilai tradisi, tetapi juga mulai bergerak mengikuti dinamika pembangunan modern.
“Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara organisasi adat dengan pemerintah daerah, terutama dalam bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan Kalimantan Timur tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan masyarakat adat sebagai bagian penting dari identitas dan kekuatan sosial daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan organisasi adat dinilai harus terus diperkuat agar pembangunan berjalan inklusif.
Selain menyoroti penguatan sumber daya manusia, Viktor juga mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif dan wisata budaya berbasis masyarakat adat. Menurutnya, sektor tersebut memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.
Ia menyebut sejumlah destinasi wisata budaya dan kawasan berbasis komunitas di Samarinda memiliki peluang untuk dikembangkan lebih serius sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.
“Budaya lokal jangan hanya menjadi simbol seremonial. Harus ada dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat melalui pengembangan wisata dan ekonomi kreatif,” katanya.
DPRD Kota Samarinda sendiri, lanjut Viktor, saat ini terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui berbagai pembahasan strategis di legislatif, termasuk pengembangan kawasan wisata berbasis budaya dan pemberdayaan komunitas lokal.
Pelantikan pengurus baru PDKT diharapkan tidak hanya menjadi agenda organisasi semata, tetapi juga menjadi titik awal memperkuat peran masyarakat adat dalam menjaga stabilitas sosial, budaya, dan pembangunan di Kalimantan Timur. (Adv/FA)
Bagaimana reaksi Anda?