DPRD Samarinda Dorong Sensus Ekonomi 2026 Jadi Peta Utama Pembangunan Daerah

Ar 15 Mei 2026, 11:34 78 kali dibaca
DPRD Samarinda Dorong Sensus Ekonomi 2026 Jadi Peta Utama Pembangunan Daerah
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie

SAMARINDA - DPRD Kota Samarinda menaruh perhatian besar terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar Badan Pusat Statistik (BPS). Pendataan tersebut dinilai menjadi instrumen penting dalam membaca kondisi ekonomi masyarakat sekaligus menentukan arah kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.

 

Komisi IV DPRD Samarinda menilai validitas data menjadi faktor paling krusial dalam pelaksanaan sensus. Sebab, seluruh kebijakan pemerintah, mulai dari penguatan UMKM, penyerapan tenaga kerja, hingga strategi investasi daerah, sangat bergantung pada kualitas data yang dihimpun.

 

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan pijakan utama pemerintah dalam memahami perubahan struktur ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

 

“Kalau datanya kuat, maka kebijakan yang diambil juga akan lebih tepat. Pemerintah bisa melihat sektor mana yang berkembang, sektor mana yang perlu dibantu, dan bagaimana arah ekonomi daerah bergerak,” katanya.

 

Menurutnya, perkembangan ekonomi Samarinda dalam beberapa tahun terakhir mengalami perubahan yang cukup cepat, terutama dengan tumbuhnya sektor usaha kreatif, digital, hingga usaha mikro berbasis rumah tangga. Karena itu, DPRD meminta seluruh proses pendataan dilakukan secara detail dan akurat agar tidak ada pelaku usaha yang terlewat.

 

DPRD juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan sensus. Pelaku usaha diharapkan memberikan informasi yang jujur dan terbuka agar hasil pendataan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi riil di lapangan.

 

Selain sebagai bahan evaluasi pembangunan, hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya diharapkan mampu menjadi dasar pemerintah dalam menyusun program yang lebih efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

 

Dewan menilai selama ini masih terdapat sejumlah program ekonomi yang belum sepenuhnya tepat sasaran akibat minimnya pembaruan data. Dengan adanya sensus terbaru, pemerintah daerah diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas terkait potensi ekonomi, tingkat pertumbuhan usaha, hingga tantangan yang dihadapi pelaku usaha lokal.

 

Tak hanya itu, DPRD Samarinda juga mendorong agar hasil sensus dapat dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing daerah di tengah perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Data ekonomi yang akurat dianggap penting untuk menarik investasi sekaligus mempersiapkan pelaku usaha lokal agar mampu bersaing dalam arus pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur.

 

Melalui Sensus Ekonomi 2026, DPRD berharap Samarinda memiliki basis data yang lebih modern, lengkap, dan terintegrasi sehingga pembangunan daerah tidak lagi dilakukan berdasarkan perkiraan, melainkan berdasarkan kondisi nyata masyarakat di lapangan. (Adv/FA)

Bagaimana reaksi Anda?

Tinggalkan Komentar