DPRD PPU Ingatkan Asap Karhutla Bisa Jadi Ancaman Kesehatan Warga

Rq 03 September 2026, 14:44 126 kali dibaca
DPRD PPU Ingatkan Asap Karhutla Bisa Jadi Ancaman Kesehatan Warga

‎PENAJAM – Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meminta warga ikut mencegah munculnya titik api.

‎

‎Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin M Noor, mengatakan kondisi kemarau membuat vegetasi menjadi kering sehingga api lebih mudah muncul dan menyebar. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

‎

‎“Karena kita ini masyarakat masih susah. Ada perokok, saya bukan melarang rokok atau menjudge orang merokok. Tetapi bagaimana kita menjaga supaya betul-betul tidak terjadi sesuatu,” ujarnya, Kamis (3/9/2026).

‎

‎Ia mengingatkan bahwa puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat menjadi sumber api ketika mengenai daun atau vegetasi yang sudah mengering.

‎

‎“Begitu kena daun yang sudah kering ya pasti memicu, karena faktor alam tadi yang kemarau ini sehingga memudahkan,” katanya.

‎

‎Selain persoalan lingkungan, Syahrudin menyoroti dampak kebakaran terhadap masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran dapat mengganggu kualitas udara dan berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan.

‎

‎Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menggunakan cara membakar saat membuka lahan perkebunan. Menurutnya, cara tersebut memang lebih cepat, tetapi dampaknya dapat dirasakan lebih luas.

‎

‎“Jangan sampai membuka lahan baru atau lahan perkebunan itu dengan pola-pola lama, pola tradisional, membakar. Memang cepat, tetapi dampaknya terhadap lingkungan, baik lingkungan hutan dan manusia,” jelasnya.

‎

‎Syahrudin menilai kegiatan bercocok tanam seharusnya tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat lainnya. Upaya membuka lahan tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan risiko yang dapat muncul.

‎

‎“Padahal kita ini mau bercocok tanam, tapi ke orang lain akhirnya korban. Kalau mau ya silakan merintis saja kalau mau menanam dan berkebun,” pungkasnya.

‎

‎Ia berharap masyarakat dapat meningkatkan kepedulian selama musim kemarau dengan menghindari aktivitas yang berpotensi memunculkan api. Pencegahan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga lingkungan sekaligus mengurangi risiko dampak asap terhadap masyarakat. (Adv)

Bagaimana reaksi Anda?

Tinggalkan Komentar