DPRD PPU Minta Rencana Pengambilan Air Waru Dikaji, Jangan Sampai Ganggu Warga

Rq 02 September 2026, 14:38 145 kali dibaca
DPRD PPU Minta Rencana Pengambilan Air Waru Dikaji, Jangan Sampai Ganggu Warga

PENAJAM – Rencana pengambilan sumber air dari Kecamatan Waru untuk mendukung kebutuhan air bersih di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai perlu dikaji secara matang. DPRD PPU meminta ketersediaan air dan kebutuhan masyarakat setempat menjadi bagian dari pertimbangan sebelum rencana tersebut dijalankan.

‎

‎Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin M Noor, mengatakan sumber air di Waru tidak sepenuhnya terbebas dari dampak musim kemarau. Debit air tetap mengalami penurunan meskipun wilayah tersebut memiliki sejumlah embung dan danau.

‎

‎“Kalau di Waru itu kan ya tetap turun, tapi karena banyak model embung-embung itu, danau-danau itu nggak cuma satu,” kata Syahrudin, Rabu (2/9/2026).

‎

‎Keberadaan sejumlah tampungan air tersebut membuat kebutuhan konsumsi masyarakat Waru dinilai masih dapat ditopang. Namun, menurut Syahrudin, kondisi tersebut tetap harus dilihat secara menyeluruh apabila ada rencana pemanfaatan air untuk kebutuhan di luar wilayah Waru.

‎

‎“Sehingga kalau untuk konsumsi masyarakat Waru saya kira nggak bakalan habis,” ujarnya.

‎

‎Syahrudin mengatakan dirinya memperoleh informasi mengenai adanya rencana pengambilan air dari Waru. Ia meminta rencana tersebut tidak hanya melihat potensi sumber air, tetapi juga kemampuan sumber tersebut dalam memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

‎

‎“Nah, jadi ini kan kemarin saya dengar kalau dia mau ngambil dari Waru, ya saya kira perlu dilihat juga, sementara Waru sendiri kan belum bisa meng-cover semuanya,” jelasnya.

‎

‎Menurutnya, kebutuhan air masyarakat Waru tetap harus menjadi perhatian karena sumber air yang tersedia merupakan bagian penting dalam menunjang aktivitas warga. Pemanfaatan untuk kebutuhan wilayah lain perlu memastikan tidak menimbulkan kekurangan bagi masyarakat setempat.

‎

‎Ia berharap pemerintah maupun pihak terkait melakukan kajian terlebih dahulu sebelum menentukan pola pemanfaatan sumber air tersebut. Kajian diperlukan untuk melihat kondisi sumber air, kebutuhan masyarakat, serta kapasitas air yang dapat dimanfaatkan.

‎

‎Dengan perencanaan yang matang, Syahrudin berharap sumber air Waru dapat mendukung kebutuhan air bersih PPU tanpa mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah asal sumber air.(adv)

Bagaimana reaksi Anda?

Tinggalkan Komentar