DPRD PPU Usul Embung Dibangun Berbasis Kelompok Tani, Lahan Jadi Kendala

Rq 01 September 2026, 14:27 254 kali dibaca
DPRD PPU Usul Embung Dibangun Berbasis Kelompok Tani, Lahan Jadi Kendala

PENAJAM – Pembangunan embung untuk mendukung kebutuhan air pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) didorong dilakukan berdasarkan keberadaan kelompok tani di masing-masing kawasan.

‎

‎Anggota Komisi II DPRD PPU, Syarifuddin HR, mengatakan model tersebut dapat menjadi pilihan untuk menyediakan cadangan air bagi petani, khususnya di wilayah yang masih mengandalkan sawah tadah hujan.

‎

‎Menurutnya, pemerintah tidak harus membangun embung di setiap bidang lahan. Infrastruktur penampungan air dapat ditempatkan pada kawasan pertanian yang memiliki luasan cukup dan dikelola secara berkelompok.

‎

‎“Kalau ada ratusan hektare di situ ditanam, paling tidak ada satu hektare dibuatkan embung,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).

‎

‎Ia mengatakan pembangunan embung dapat disesuaikan dengan jumlah kelompok tani yang berada di suatu kawasan. Dengan pola tersebut, cadangan air dapat dimanfaatkan secara bersama untuk mendukung kebutuhan pertanian.

‎

‎“Anggap misalnya kelompok tani ada sekian, paling tidak dari sekian kelompok tani itu dibuat embung. Digali-gali saja untuk menampung air,” ujarnya.

‎

‎Meski demikian, Syarifuddin mengakui terdapat persoalan yang perlu diselesaikan sebelum pembangunan embung dilakukan, yakni mengenai status dan kepemilikan lahan.

‎

‎“Masalahnya tanah siapa. Itu yang sudah berkali-kali,” jelasnya.

‎

‎Menurutnya, persoalan lahan harus dibicarakan secara jelas agar pembangunan embung tidak menimbulkan persoalan baru. Pemerintah dapat melakukan pemetaan kawasan sekaligus berkomunikasi dengan kelompok tani dan pemilik lahan.

‎

‎Di sisi lain, Syarifuddin menilai kebutuhan cadangan air semakin penting karena kemarau dapat berlangsung panjang. Embung dinilai dapat menjadi salah satu infrastruktur yang relatif realistis untuk membantu petani menghadapi kondisi tersebut.

‎

‎Ia berharap pemerintah dapat mencari skema yang tepat sehingga pembangunan embung berbasis kelompok tani dapat direalisasikan tanpa mengabaikan persoalan kepemilikan lahan. (Adv) 

Bagaimana reaksi Anda?

Tinggalkan Komentar