Efisiensi Anggaran Kurangi Aktivitas Pembangunan, Kesempatan Kerja Ikut Terdampak
PENAJAM - Berkurangnya kegiatan pembangunan akibat efisiensi anggaran dinilai turut mempersempit kesempatan masyarakat untuk mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang bersumber dari aktivitas pembangunan daerah.
Anggota Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Jamaluddin, mengatakan kegiatan pembangunan selama ini menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan. Ketika kegiatan tersebut berjalan, uang yang berasal dari anggaran pembangunan dapat berputar kembali di tengah masyarakat.
Digitalisasi Perizinan PPU Perlu Diiringi Sosialisasi dan Pendampingan
“Kalau normal suatu daerah itu anggarannya, kemudian ada beberapa kegiatan pembangunan yang berjalan di tingkat masyarakat, itu satu sama lain bisa berdampak saling menguntungkan,” ujarnya,Selasa (15/9/2026).
Ia mencontohkan sejumlah pekerjaan yang dapat melibatkan tenaga masyarakat, seperti pembangunan jalan maupun pekerjaan bangunan. Aktivitas tersebut juga dapat memberikan efek lanjutan kepada pelaku usaha kecil.
“Contoh saja misal ada pekerjaan-pekerjaan jalan, ada pekerjaan bangunan, masyarakat-masyarakat yang mungkin UMKM kecil itu bisa berdampak dari mereka-mereka yang kerja,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan muncul ketika kegiatan pembangunan tidak lagi banyak berjalan. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang biasanya memperoleh penghasilan dari pekerjaan pembangunan kehilangan salah satu sumber aktivitas ekonomi.
“Ini yang kerja siapa, enggak ada, karena uang yang mau diputar untuk kegiatan-kegiatan itu tidak ada. Itu sebenarnya yang juga menjadi salah satu faktornya,” lanjutnya.
Jamaluddin menilai berkurangnya kegiatan pembangunan akibat keterbatasan anggaran memiliki dampak berantai, mulai dari kesempatan masyarakat mendapatkan pekerjaan hingga aktivitas ekonomi yang biasanya mengikuti kegiatan tersebut. (Adv)
Bagaimana reaksi Anda?