Kemarau Tekan Sumber Air PDAM, DPRD PPU Buka Ruang Kajian Air Eks Tambang

Ar 16 September 2026, 17:58 245 kali dibaca
Kemarau Tekan Sumber Air PDAM, DPRD PPU Buka Ruang Kajian Air Eks Tambang

PENAJAM - Kondisi sumber air Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) saat musim kemarau mendorong munculnya pembahasan mengenai alternatif sumber air. Salah satunya berasal dari kawasan bekas galian tambang PT PPC di Buluminung.

 

Anggota Komisi III DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Sariman, mengatakan sumber air alternatif tetap dapat dikaji untuk menjawab kebutuhan masyarakat ketika pasokan air mengalami persoalan akibat kemarau.

 

Namun, ia meminta rencana pemanfaatan air eks tambang tersebut tidak dilakukan tanpa kajian. Menurutnya, karakteristik sumber air yang berasal dari bekas kawasan pertambangan membutuhkan pemeriksaan terlebih dahulu.

 

“Harusnya ada hitungan yang jelas secara penelitian dan dilakukan uji laboratorium, tentunya harus diuji karena itu eks tambang jasi pasti ada zat-zat kimia, timbal,” ujarnya, Rabu (16/9/2026).

 

Sariman menilai kebutuhan terhadap sumber air alternatif tidak boleh membuat aspek keamanan diabaikan. Ia mengatakan kondisi air harus diketahui terlebih dahulu sebelum digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

“Dilihat juga ada nggak ikan atau hewan yang hidup didalam situ kalau pun ada, lalu dikonsumsi mungkin risikonya kecil, tapi kalau belum ada jangan main-main. Itu asam,” jelasnya.

 

Ia menyebut pembahasan mengenai pemanfaatan air eks tambang tersebut telah dilakukan Komisi III bersama pihak PDAM. Menurutnya, langkah berikutnya perlu diarahkan pada penelitian dan pengujian untuk memperoleh kepastian mengenai kualitas air.

 

“Kami komisi III sudah membahas ini bersama PDAM, cuma harus ada hitunga yang jelas, secara penelitian harus di uji juga,” tambahnya.

 

Sariman menegaskan persoalan sumber air saat kemarau memang perlu dicarikan solusi, termasuk melalui pengkajian sumber air alternatif. Namun, setiap sumber yang akan digunakan masyarakat harus memenuhi aspek kelayakan berdasarkan hasil pengujian dan kajian teknis.

 

Dengan demikian, rencana pemanfaatan air eks tambang di Buluminung diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan air saat kemarau, tetapi juga tetap memperhatikan keamanan dan kesehatan masyarakat. (Adv)

Bagaimana reaksi Anda?

Tinggalkan Komentar